Jumat, 04 Juli 2014

Tugas 10 Contoh Proposal - Bahasa Indonesia 2#

Proposal  kuantitatif 
Pengaruh Status Sosial Ekonom Orang Tua Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Fisib Angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura
BAB I
PENDAHULUHAN
A.           Latar Belakang
Pendefinisian status sosial ekonomi dapat dilakukan dengan dua tahap.yang Pertama: mendefinisikan secara parsial (perkata),tahap Kedua dengan mendefinisikan secara utuh. Tahap pertama status sosial ekonomi di definisikan secara persial (perkata),yang pertama adalah Pengertian kata status adalah penempatan orang pada suatu jabatan tertentu. Selanjutnya pengertian kata sosial dalam ilmu sosial,kata ini menuju pada objeknya yaitu masyarakat. Sedangkan pada departemen sosial menunjukkan pada kegiatan yang ditunjukkan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dalam bidang kesejahteraan yang ruang lingkup pekerjaan dan kesejahteraan sosial. dalam konsep sosiologi, manusia sering disebut sebagai makhluk sosial artinya manusia tidak dapat hidup sendiri,manusia memerlukan bantuan orang lain disekitarnya untuk bertahan hidup. Sehingga kata sosial sering diartikan sebagai hal-hal yang berkenaan dengan masyarakat.
Sedangkan istilah ekonomi sendiri berasal dari kata Yunani yaitu “oikos” yang berarti keluarga atau rumah tangga dan “nomos” yaitu peraturan, aturan, hukum. Maka secara garis besar ekonomi diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian  status sosial ekonomi adalah gambaran tentang keadaan seseorang atau suatu masyarakat yang ditinjau dari segi sosial ekonomi, gambaran itu seperti tingkat pendidikan, pendapatan dan sebagainya. Status ekonomi kemungkinan besar merupakan pembentuk gaya hidup keluarga. Pendapatan keluarga memadai akan menunjang tumbuh kembang anak. Karena orang tua dapat menyediakan semua kebutuhan anak baik primer maupun skunder (Soetjiningsih dalam Fani, 2004).
Telah di ketahui bersama bahwa masalah pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting sekali bagi kehidupan manusia, baik di negara yang sudah maju secara ekonomi dan teknologi,maupun di Negara yang sedang berkembang seperti indonesia.Tetapi masalah pendidikan yang ada di Negara maju tidak serumit masalah pendidikan yang ada di negara yang sedang berkembang seperti di Indonesia. Maju mundurnya suatu bangsa dapat ditentukan oleh pendidikan yang ada di negara itu sendiri
Pada era modernisasi dan globalisasi seperti saat ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan yang sangat luar biasa sekali. Sementara itu di sisi lain tuntutan masyarakat semakin kompleks dan persaingan sangat ketat. Hal ini harus diimbangi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Sedangkan Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dapat dilakukan melalui jalur pendidikan . Pendidikan merupakan faktor pendukung utama terbentuknya manusia yang produktif dan kreatif guna terciptanya masyarakat yang sejahtera dan makmur serta memajukan bangsa dan negara. Dalam arti luasnya, pendidikan mengandung pengertian mendidik, membimbing, mengajar, dan melatih setiap individu.
Penyelenggaraan pendidikan itu melalui dua jalur yaitu jalur pendidikan formal dan jalur pendidikan nonformal. Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah dan perguruan tinggi dengan proses pengajaran yang berjenjang dan berkesinambungan. Sedang pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah tanpa proses pengajaran yang berjenjang dan berkesinambungan. Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang berada di luar pendidikan formal. Dalam keluarga diselenggarakan pendidikan keluarga dengan pemberikan pendidikan, pengajaran, dan bimbingan mengenai agama, moral, etika, budaya, dan keterampilan. Sehingga keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dalam mendukung pendidikan seorang anak. Dengan demikian, latar belakang keluarga harus diperhatikan guna tercapainya pendidikan yang maksimal.
Orang tua,masyarakat,dan pemerintah merupakan tiga unsur penting yang bertanggungjawab dalam tercapainya keberhasilan dalam sebuah pendidikan. Masyarakat dan pemerintah bertugas menyiapkan sarana dan prasarana untuk diselenggarakannya proses pendidikan, seperti kampus, dosen, pengawai yang mengurusi administrasi kampus dalam suatu perguruan tinggi. Sedangkan orang tua mempunyai peran untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya. Dan pada dewasa ini terutama di Indonesia banyak sekali orang tua yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya yang serba mahal.  Bahar dalam  Maftukhah,2007: Menyatakan bahwa: pada umumnya anak yang berasal dari keluarga menengah ke atas lebih banyak mendapatkan pengarahan dan bimbingan yang baik dari orang tua mereka. Anak-anak yang berlatar belakang ekonomi rendah, kurang mendapat bimbingan dan pengarahan yang cukup dari orang tua mereka, karena orang tua lebih memusatkan perhatiannya pada bagaimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
keluarga mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap proses perkembangan anak karena keluarga adalah lembaga sosial pertama dalam kehidupan manusia. Di dalam keluarga, orang tua memiliki tugas dan kewajiban yang sangat berat sekali terutama dalam  memenuhi seluruh kebutuhan  anak,baik itu pendidikan dan kebutuhan sehari-hari anak. Dan pada  realitanya dalam kehidupan nyata banyak orang tua yang berstatus sosial ekonomi tinggi tidak mengalami kesulitan apapun dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya karena mereka memiliki uang,jadi seperti biaya kuliah,perlengkapan-perlengkapan kuliah(laptop,sepeda motor dll) itu bisa terpenuhi,karena mereka mempunyai uang dan dengan uang kita bisa mewujudkan segalanya apalagi pada zaman yang sudah memasuki era moderenisasi dan globalisasi seperti saat ini. Dan  untuk orang tua yang ekonominya tinggi dalam memenuhi kebutuhan dan perlengkapan pendidikan anaknya itu tidak ada masalah yang berarti,dengan terpenuinya kebutuhan pendidikan seorang anak dan ditunjang dengan fasilitas-fasilitas yang serba mahal dan canggih,dan hasilnya adalah anak tersebut tidak akan mengalami kesulitan untuk bisa mengembangkan pengetahuannya secara lebih luas lagi karena mereka di dukung oleh fasilitas-fasilitas yang serba modern yang bisa  memudahkan mereka untuk mencari informasi dan berhubungan dengan dunia luar, yang menyebakan pengetahuan dan kreativitas anak tersebut lebih luas. Berbanding terbalik dengan hal tersebut  bagi orang tua yang berstatus sosial rendah akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya dan keadaan seperti ini mengakibatkan anak tersebut sulit untuk mendapatkan informasi dari luar karena mereka tidak di dukung oleh fasilitas-fasilitas yang serba modern dan mereka tidak di dukung oleh keuangan yang cukup untuk membeli buku dan perlengkapan kuliah lainnya, mereka bisa makan aja bersyukur apalagi bisa beli buku.Dan kebanyakan dari mereka yang berlatar belakang dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi itu banting tulang untuk mendapatkan tambahan uang kuliah agar dapat membatu orang tua mereka. Di dalam sebuah proses pembelajaran diperlukan sarana penunjang yang terkadang mahal. Akibatnya bagi orang tua yang tidak  mampu memenuhi sarana penunjang tersebut, maka anak akan terhambat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, sumber daya manusia menjadi rendah sehingga menghambat kemajuan bangsa dan negara.
Seperti yang di katakana oleh Bahar dalam Maftukhah (2007) kalau anak yang berlatar belakang dari keluarga kaya akan lebih banyak mendapatkan pengarahan dan bimbingan yang baik dari orang tua mereka. Anak-anak yang berlatar belakang dari keluarga miskin, kurang mendapat bimbingan dan pengarahan yang cukup dari orang tua mereka, karena orang tua lebih memusatkan perhatiannya pada bagaimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian harta atau uang itu sangat penting bagi kehidupan manusia.
 Di dalam kehidupan bermasyarakat selalu terdapat perbedaan status antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lainnya, antara kelompok satu dengan kelompok yang lainnya.Di dalam kehidupan masyarakat ada yang mempunyai status sosial yang tinggi dan ada pula yang mempunyai status sosial yang rendah.sehingga kalau dilihat dari bentuknya seakan-akan status manusia dalam masyarakat itu berlapis-lapis dari atas ke bawah. Menurut konsep status sosial, di dalam sekelompok masyarakat tertentu pasti di dalamnya terdapat beberapa orang yang lebih dihormati daripada orang lainnya. Begitu pula dengan status ekonomi. Dan biasanya orang yang berstatus sosial rendah itu merasa iri terhadap orang yang berstatus sosial tinggi karena orang yang berstatus sosial tinggi itu bisa memenuhi semua kebutuhan hidupnya dan hasratnya,karena mereka memiliki uang. Bukan hanya itu akibat adanya perbedaan status antara yang kaya dan yang miskin itu menyebabkan adanya jarak antara kelompok  yang berlatar belakang status sosial ekonomi tinggi dengan kelompok yang berstatus sosial rendah karena kelompok yang berstatus sosial tinggi itu tidak perduli dan tidak mau tau dengan keadaan kelompok yang berstatus sosial rendah. Oleh sebab itu banyak kelompok yang berstatus sosial tinggi itu bergaul dengan orang yang berstatus sosial tinggi saja dan mereka tidak dapat berbaur dengan kelompok yang berstatus sosial rendah,karena mereka menganggap,tidak sejajar dengan kelompok yang berstatus sosial rendah. Hal seperti ini berkaitan dengan  teorinya karl marx yaitu selama masyarakat itu masih terbagi atas kelas maka yang berkuasalah yang akan memiliki kekuatan. Artinya sampai kapanpun selama masyarakat itu di bedakan antara yang kaya dan yang miskin maka yang terjadi adalah orang yang memiliki kekayaanlah yang menguasai. Karena dengan uang kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan.
Keadaan tersebut kemungkinan dapat kita lihat di mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura, karena di dalam angkatan tersebut terdapat mahasiswa-mahasiswi dengan berbagai latar belakang sosial ekonomi yang berbeda. Adanya perbedaan status sosial ekonomi tersebut mempunyai pengaruh terhadap proses pembelajaran terutama dalam membiayai seluruh keperluaan pembelajaran serta berpengaruh juga terhadap prestasi akademik mereka. Status sosial ekonomi orang tua merupakan faktor dalam mencapai keberhasilan pendidikan.
B.            Identifikasi Masalah
   Berdasarkan latar belakang di atas,maka dapat ditarik beberapa identifikasi masalah sebagai berikut:
1.             Bagaimana gambaran status sosial ekonomi orang tua mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura?
2.             Bagaimanakah gambaran prestasi akademik mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura?
3.             Apakah  status sosial ekonomi orang tua mempengarui prestasi akademik mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura?
4.             Apakah status sosial ekonomi orang tua selalu mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura?
5.             Bagaimanakah  pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi akademik mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura?
6.             Bagaimanakah dampak dari status sosial ekonomi orang tua mahasiswa yang berbeda-beda?
C.                Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah diatas maka dalam poin ini akan mengalami penyusutan, dari 6 masalah yang ada ada di poin  identifikasi masalah akan di susutkan menjadi 4 masalah dalam proposal ini sebagai berikut:
1.             Bagaimana gambaran status sosial ekonomi orang tua mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura?
2.             Bagaimanakah gambaran prestasi akademik mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura?
3.             Bagaimanakah  pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi akademik mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura?
4.             Bagaimanakah dampak dari status sosial ekonomi orang tua mahasiswa yang berbeda-beda?
D.           Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah diatas,maka dapat ditarik beberapa rumusan masalah sebagai berikut:
1.             Bagaimanakah pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi akademik mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura?
2.             Bagaimakah dampak dari status sosial ekonomi orang tua mahasiswa yang berbeda-beda?
E.            Tujuan Penelitihan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut dapat di ambil sebuah tujuan penelitihan sebagai berikut:
1.             Untuk mengetahui gambaran status sosial ekonomi orang tua mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura
2.             Untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi akademik Mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura
3.             Untuk mengetahui dampak dari perbedaan status sosial  ekonomi orang tua yang berbeda-beda
F.            Mafaat Penelitian
Di atas sudah di jelaskan sedikit tentang proposal penelitian tentang”pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi akademik mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura” dan dibawah ini adalah manfaat dari penelitian ini:
1.             Secara teoritis
Penelitihan ini diharapkan dapat mengembangkan pemikiran karl marx tentang ekonomi dan stratifikasi sosial.
2.             Secara praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi dan pengaruh status sosial ekonomi orang tua mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.           Kajian Teori
1)        Keadaan status Sosial Ekonomi Orang Tua
Pendefinisian status sosial ekonomi dapat dilakukan dengan dua tahap.yang Pertama: mendefinisikan secara parsial (perkata), tahap Kedua dengan mendefinisikan secara utuh. Tahap pertama status sosial ekonomi di definisikan secara persial (perkata), yang pertama adalah Pengertian kata status adalah penempatan orang pada suatu jabatan tertentu. Selanjutnya pengertian kata sosial dalam ilmu sosial, kata ini menuju pada objeknya yaitu masyarakat. Sedangkan pada departemen sosial menunjukkan pada kegiatan yang ditunjukkan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dalam bidang kesejahteraan yang ruang lingkup pekerjaan dan kesejahteraan sosial. dalam konsep sosiologi, manusia sering disebut sebagai makhluk sosial artinya manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia memerlukan bantuan orang lain disekitarnya untuk bertahan hidup. Sehingga kata sosial sering diartikan sebagai hal-hal yang berkenaan dengan masyarakat.
Sedangkan istilah ekonomi sendiri berasal dari kata Yunani yaitu “oikos” yang berarti keluarga atau rumah tangga dan “nomos” yaitu peraturan, aturan, hukum. Maka secara garis besar ekonomi diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian status sosial ekonomi orang tua adalah gambaran tentang keadaan orang tua yang ditinjau dari segi sosial ekonomi,gambaran itu seperti tingkat pendidikan,jenis pekerjaan,tingkat pendapatan,pemilikan kekayaan,jenis tempat tinggal.
Menurut Soetjiningsih dalam Fhani, 2004 Status ekonomi kemungkinan besar merupakan pembentuk gaya hidup keluarga. Pendapatan keluarga yang tinggi akan menunjang tumbuh kembang anak. Karena dengan pendapatan orang tua yang tinggi dapat menyediakan semua kebutuhan anak baik primer maupun skunder. Dan dengan itu anak akan menjadi anak yang smart dan mempunyai banyak pengetahuan,dengan itu pula anak bisa berprestasi.
Seperti halnya yang dikatakan oleh Soetjiningsih dalam Fhani, 2004 diatas bahwa pendapatan orang tua yang tinggi akan menunjang tumbuh kembang anak. Apalagi pada era globalisasi dan modernisasi seperti saat ini harta atau uang merupakan unsur yang penting bagi kehidupan manusia. Karena kebutuhan manusia di dunia ini semuanya membutuhkan yang namanya uang baik itu kebutuhan primer maupun kebutuhan skunder.
 Tetapi pada dewasa ini kebutuhan yang paling mencolok yang melanda setiap keluarga di dunia ini adalah kebutuhan pendidikan anak, pendidikan pada dewasa ini memang mengalami peningkatan yang sangat signifikan begitu juga dengan biaya pendidikan yang sangat mahal sekali.Keadaan seperti ini tidak berarti bagi orang tua yang berstatus sosial ekonomi tinggi, bagi mereka untuk membiayai pendidikan dan kebutuhan pendidikan anaknya itu tidak ada masalah karena mereka memiliki uang jadi seperti biaya kuliah dan perlengkapan kuliah (laptop, printer, kendaraan, dll) itu bisa terpenuhi tanpa adanya suatu kendala yang berarti. Berbanding terbalik dengan hal tersebut  bagi orang tua yang berstatus sosial rendah akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya dan keadaan seperti ini mengakibatkan anak tersebut sulit untuk mendapatkan informasi dari luar dan bisa menghambat prestasinya karena mereka tidak di dukung oleh fasilitas-fasilitas yang serba modern dan mereka tidak di dukung oleh keuangan yang cukup untuk membeli buku dan perlengkapan kuliah lainnya, mereka bisa makan saja bersyukur apalagi bisa beli buku. Dengan demikian harta atau uang itu sangat penting bagi kehidupan manusia.
Di dalam kehidupan bermasyarakat selalu terdapat perbedaan status antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lainnya, antara kelompok satu dengan kelompok yang lainnya.Di dalam kehidupan masyarakat ada yang mempunyai status sosial yang tinggi dan ada pula yang mempunyai status sosial yang rendah. Begitu juga dengan keadaan status sosial ekonomi orang tua mahasiswa Fisib angkatan 2010  Universitas Trunojoyo Madura, di dalam angkatan tersebut terdapat mahasiswa –mahasiswi dengan latar belakang status sosial ekonomi orang tua yang berbeda-beda. Ada yang berstatus sosial ekonomi tinggi dan ada juga yang berstatus sosial ekonomi rendah, yang tergolong status sosial ekonomi tinggi yaitu orang tua yang berkerja sebagai pemilik perusahaan, pemilik tanah atau perkebunan, pengusaha, pegawai negri atau pegawai pemerintahan. Dan orang tua yang tergolong berstatus sosial rendah yaitu mereka yang bekerja sebagai buruh, pedagang kaki lima, pegawai swasta dan lain sebagainya. Dengan demikian kalau dilihat dari bentuknya seakan-akan status manusia dalam masyarakat itu berlapis-lapis dari atas ke bawah. Menurut konsep status sosial, di dalam sekelompok masyarakat tertentu pasti di dalamnya terdapat beberapa orang yang lebih dihormati daripada orang lainnya.
Dan biasanya orang yang berstatus sosial rendah itu merasa iri terhadap orang yang berstatus sosial tinggi karena orang yang berstatus sosial tinggi itu bisa memenuhi semua kebutuhan hidupnya dan hasratnya,karena mereka memiliki uang. Bukan hanya itu akibat adanya perbedaan status antara yang kaya dan yang miskin itu menyebabkan adanya jarak antara kelompok  yang berlatar belakang status sosial ekonomi tinggi dengan kelompok yang berstatus sosial rendah karena kelompok yang berstatus sosial tinggi itu tidak perduli dan tidak mau tau dengan keadaan kelompok yang berstatus sosial rendah.
 Hal tersebut bisa terjadi pula di kalangan mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura, karena di dalam angkatan tersebut terdiri dari status sosial ekonomi yang berbeda-beda antara mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lain dan hal tersebut bukan hanya berdampak pada prestasi akademik mahasiswa saja, bisa saja dari perbedaan status sosial ekonomi yang berbeda-beda tersebut menimbulkan kecemburuan sosial dan bisa juga mengakibatkan konflik antara mahasiswa yang berstatus sosial ekonomi rendah dengan mahasiswa yang status sosial ekonominya tinggi. Karena mereka mahasiswa yang status sosialnya rendah itu merasa bahwa mahasiswa yang berlatar belakang status ekonomi tinggi itu bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan dan kebutuhan perkuliaan mereka bisa terpenuhi dengan begitu mudahnya yang menyebabkan mereka bisa dengan mudahnya juga mendapatkan informasi dari dunia luar dan hal tersebut bisa menunjang prestasi akademik mereka. Dan bukan hanya itu saja dari perbedaan status sosial ekonomi tersebut menyebabkan adanya jarak antara mahasiswa kaya dengan mahasiswa miskin. Oleh karena itu mahasiswa yang berstatus sosial tinggi itu bergaul dengan mahasiswa yang berstatus sosial tinggi saja dan mereka tidak dapat berbaur dengan kelompok yang berstatus sosial rendah. Karena mereka menganggap tidak sejajar dengan kelompok yang berstatus sosial rendah.
Hal tersebut sama dengan teorinya karl marx yaitu selama masyarakat itu masih terbagi atas kelas maka yang berkuasalah yang akan memiliki kekuatan. Artinya sampai kapanpun selama masyarakat itu di bedakan antara yang kaya dan yang miskin maka yang terjadi adalah orang yang memiliki kekayaanlah yang menguasai. Karena dengan uang kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan.
Karl Marx juga membedakan manusia atas kelas-kelas (stratifikasi sosial) yaitu atas dasar posisi masing-masing kelas terhadap sarana-sarana produksi yang dimilikinya dan dilihat dari usaha yang berbeda dalam mendapatkan sumber – sumber daya yang langka.
 Karl Marx  membagi masyarakat menjadi tiga golongan, yakni:
a.                Golongan kapitalis atau borjuis: adalah mereka yang menguasai tanah dan alat produksi.
b.               Golongan menengah: terdiri dari para pegawai pemerintah.
c.                Golongan proletar: adalah mereka yang tidak memiliki tanah dan alat produksi. Termasuk didalamnya adalah kaum buruh atau pekerja pabrik.
 Menurut Karl Marx golongan menengah cenderung dimasukkan ke golongan kapatalis karena dalam kenyataannya golongan ini adalah pembela setia kaum kapitalis. Dengan demikian, dalam kenyataannya hanya terdapat dua golongan masyarakat, yakni golongan kapitalis atau borjuis dan golongan proletar
Keadaan sosial ekonomi setiap orang berbeda-beda dan bertingkat, ada yang keadaan sosial ekonominya tinggi, sedang, dan rendah. Dalam Maftukhah  (2007) sosial ekonomi menurut Abdulsyani (1994) adalah kedudukan atau posisi sesorang dalam kelompok manusia yang ditentukan oleh jenis aktivitas ekonomi, pendapatan, tingkat pendidikan, jenis rumah tinggal, dan jabatan dalam organisasi, sedangkan menurut Soerjono Soekanto (2001) sosial ekonomi adalah posisi seseorang dalam masyarakat berkaitan dengan orang lain dalam arti lingkungan peragulan, prestasinya, dan hak-hak serta kewajibannya dalam hubunganya dengan sumber daya.
Keluarga dengan pendapatan cukup atau tinggi pada umumnya akan lebih mudah memenuhi segala kebutuhan pendidikan dan keperluan lain. Berbeda dengan orang tua yang pendapatannya rendah akan kesulitan untuk membiayai atau memenui kebutuhan anak dan ini akan menimbulkan kekecewaan terhadap anak. Anak menjadi kecewa karena dia memerlukan peralatan dan perlengkapan  kuliah tetapi hal tersebut  tidak terpenuhi, dan akhirnya semangat untuk kuliah yang tadinya besar dapat menurun kembali. Dengan demikian faktor sosial  ekonomi dalam hal ini tingkat pendapatan orang tua merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa.
. Menurut Hamalik dalam Maftukhah (2007) bahwa keadaan sosial ekonomi yang baik dapat yang menghambat ataupun mendorong dalam belajar. Masalah biaya pendidikan juga merupakan sumber kekuatan dalam belajar karena kurangnya biaya pendidikan akan sangat mengganggu kelancaran belajar. Salah satu fakta yang mempengaruhi tingkat pendidikan anak adalah pendapatan keluarga. Tingkat sosial ekonomi keluarga mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap prestasi belajar siswa di sekolah, sebab segala kebutuhan anak yang berkenaan dengan pendidikan akan membutuhkan sosial ekonomi orang tua. 
2)        Prestasi Akademik Mahasiswa
Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secara individual maupun kelompok. Prestasi tidak akan pernah dihasilkan tanpa suatu usaha yang baik berupa pengetahuan maupun berupa keterampilan (Qohar, 2000).
Prestasi menyatakan hasil yang telah diicapai, dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya, dengan hasil yang menyenangkan hati diperoleh dengan jalan keuletan kerja (Nasrun, 2000).
Sobur dalam Fhani (2006) menyatakan bahwa prestasi akademik merupakan perubahan dalam hal kecakapan tingkah laku, ataupun kemampuan yang dapat bertambah selama beberapa waktu dan tidak disebabkan proses pertumbuhan, tetapi adanya situasi belajar. Perwujudan bentuk hasil proses belajar tersebut dapat berupa pemecahan lisan maupun tulisan, dan keterampilan serta pemecahan masalah langsung dapat diukur atau dinilai dengan menggunakan tes yang standar.
Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa prestasi akademik mahasiswa adalah suatu hasil dari usaha keras yang dilakukan oleh mahasiswa selama beberapa waktu untuk mendapatkan indeks prestasi yang memuaskan
Seperti halnya yang di katakan Qohar, 2000 bahwa Prestasi tidak akan pernah dihasilkan tanpa suatu usaha yang baik berupa pengetahuan maupun berupa keterampilan. Prestasi memang akan terwujud jika individu berusaha dengan sekuat tenaga untuk berprestasi. Untuk meraih prestasi yang maksimal tidak hanya membutukan sebuah semangat belajar tetapi juga membutuhkan sebuah usaha baik itu secara religi dan belajar rajin dan bukan hanya itu saja untuk mendapatkan sebuah prestasi anak harus di dukung oleh orang tua.
Orang tua mempunyai peran yang sangat penting bagi keberhasilan anaknya di dunia pendidikan. Orang tua harus memberikan dukungan kepada anak dan memenuhi semua kebutuhan pendidikan anaknya dan pada dewasa ini terutama di Indonesia banyak sekali orang tua yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya yang serba mahal.
Dan pada realitanya orang tua yang berstatus sosial ekonomi tinggi itu tidak akan mengalami kesulitan dalam memenuhi semua kebutuhan anaknya (laptop,printer,kendaraan,dll). Sedangkan orang tua yang status ekonominya rendah itu tidak mampu memberikan fasilitas pendidikan yang baik terhadap anak dan itu bisa menghambat prestasi anak.
B.            Kajian Penelitian Yang Relevan
Sebelum penelitian ini ada penelitian yang lebih dahulu meneliti tentang pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi akademik mahasiswa. Penelitian tersebut berjudul Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Tingkat Prestasi Akademik Mahasiswa Sosiologi Angkatan 2008 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar .
Dan yang menjadi pembeda antara penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan di Universitas Negri Makasar tersebut adalah penelitian yang dilakukan di Universitas Negri Makasar tersebut murni untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua mahasiswa sosiologi angkatan 2008 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Sedangkan penelitian ini selain untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi akademik mahasiswa juga untuk mengetahui dampak status sosial ekonomi orang tua yang berbeda-beda. Selain itu penelitian ini juga fokus terhadap teorinya karl max dan penelitian ini juga diharapkan bisa mengembangkan pemikiran karl marx tentang ekonomi dan stratifikasi sosial.
C.           Kerangkah Berfikir
Secara teoritis dikatakan bahwa ada pengaruh antara status sosial ekonomi orang tua terhadap tingkat prestasi akademik mahasiswa. Secara sederhana dapat terlihat bahwa mahasiswa yang memiliki status sosial ekonomi yang tinggi akan mudah memenuhi segala kebutuhan hidupnya, termasuk dalam kemudahan memperoleh akses-akses yang berhubungan dengan pendidikan. Sebaliknya, mahasiswa yang memiliki status sosial ekonomi rendah akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, karena adanya keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki maka anak mengalami kesulitan dalam memperoleh pendidikan. Bukan hanya itu saja akibat dari adanya perbedaan status sosial ekonomi yang berbeda-beda antara mahasiswa bisa menyebabkan adanya jarak antara mahasiswa yang berekonomi rendah dengan mahasiswa yang berekonomi tinggi. Dan hal tersebut akan memicu terjadinya sebuah konflik.
selain itu mahasiswa yang berlatar belakang status sosial ekonomi tinggi tidak perduli dan tidak mau tau dengan keadaan mahasiswa yang berstatus sosial rendah.  oleh sebab itu mahasiswa yang berlatar belakang dari keluarga yang kaya akan bergaul dengan latar berlatar sosial ekonomi yang sama pula dan begitu sebaliknya.
 Dalam penelitian ini diidentifikasikan pengaruh antara status sosial ekonomi orang tua terhadap tingkat prestasi akademik mahasiswa Fisib angkatan 2010  Universitas Trunojoyo Madura.
Prestasi akademik mahasiswa
ma
keturunan
Status sosial ekonomi orang tua mahasiswa
Status sosial ekonomi orang tua mahasiswa

X: status sosial ekonomi orang tua mahasiswa terdiri dari status  sosial ekonomi tinggi dan status sosial ekonomi rendah. Y : prestasi akademik mahasiswa. Z : keturunan
                   : yang diteliti
                   : tidak di teliti
Gambar 1.1 Diagram Kerangka Berpikir Penelitian
Diagram di atas menjelaskan bahwa status sosial ekonomi orang tua mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura yang terdiri dari status sosial ekonomi tinggi dan status sosial ekonomi rendah tersebut berpengaruh pada prestasi akademik mahasiswa.
3)              HIPOTESIS
A)    Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka pikir yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitiannya adalah sebagai berikut:
1)      Status sosial ekonomi orang tua sangat berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura.
2)      Status sosial ekonomi orang tua yang berbeda-beda mengakibatkan adanya jarak antara mahasiswa yang berlatar belakang dari orang tua yang berstatus sosial ekonomi tinggi dengan mahasiswa yang berlatar belakang dari orang tua yang berstatus sosial ekonomi rendah.
B)    Hipotesis Statistik
Berdasarkan kerangka pikir yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis statistik sebagai berikut:
1)        Ho: status sosial ekonomi orang tua berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura
2)        Ha: status sosial ekonomi orang tua tidak berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura
3)        Ho: ada dampak dari status sosial ekonomi orang tua mahasiswa yang berbeda-beda
Ha: tidak ada  dampak dari status sosial ekonomi orang tua mahasiswa yang berbeda-beda
               BAB III
METODE PENELITIAN
A.           JENIS PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode peneitian kuantitatif guna menemukan  apakah ada pengaruh antara status sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajarnya seseorang anak.
 Metode kuantitatif sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono (2009) dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Marshall & Rossman (2006), dan Creswell (2007) membagi metode penelitian kuantitatif menjadi tiga, salah satunya adalah metode penelitian kuantitatif Eksploratoris yakni untuk memahami gejala atau fenomena secara mendalam, dengan menggunakan kata tanya “bagaimana”.
 Metode kuantitatif merujuk pada mencari suatu jawaban dari permasalahan yang ada di lapangan serta menguji sebuah teori yang sudah ada. Jenis penelitian kuantitatif yang akan di lakukan ini menggunakan teknik populasi dan sampling
B.            POPULASI DAN SAMPEL
1)        Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda yang ada di sekitar kita (Sugiyono, 2009).
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah keseluruhan mahasiswa Fisib angkatan 2010 Universitas Trunojoyo Madura yang berjumlah 425 mahasiswa
2)      Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2009). Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Teknik ini digunakan karena peneliti menganggap populasi dalam penelitian ini adalah homogen yaitu keseluruhan populasi adalah mahasiswa
 Husein Umar (2003) mengemukakan bahwa untuk menghitung besarnya ukuran sampel dapat dilakukan dengan menggunakan teknik slovin yaitu dengan rumus:
n=       N
       1+(N(e)²)

Keterangan:
n= anggota atau unit sampel
N= jumlah populasi
e= eror yang di toleransi karna menggunakan sampel sebagai pengganti anggota populasi biasanya di ambil 10%
Berdasarkan rumus tersebut maka ukuran sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
n=    425
1+(425(0,1)²)
n= 80.95=81
Berdasarkan teknik tersebut,maka jumlah sampel yang di ambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 81 orang
C.    DEFINISI OPRASIONAL
Variabel
Definisi Oprasional
Indikator
Skala Data 
Status Sosial Ekonomi Orang Tua
gambaran tentang keadaan orang tua yang ditinjau dari segi sosial ekonomi,gambaran itu seperti tingkat pendidikan,jenis pekerjaan,tingkat pendapatan,pemilikan kekayaan,jenis tempat tinggal.
1.Tingkat pendidikan
2.Jenis pekerjaan
3.Tingkat pendapatan
4.Pemilikan kekayaan
5.Jenis tempat tinggal
Ordinal
Prestasi Akademik mahasiswa
suatu hasil dari usaha keras yang dilakukan oleh mahasiswa selama beberapa waktu untuk mendapatkan indeks prestasi yang memuaskan
1.Belajar
2.indeks prestasi(ip)
Ordinal
D.      WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
Kegiatan penelitian itu akan dilaksanakan pada:
Hari          : senin – jum’at
Tanggal    : 24-29 desember 2012
Tempat     :  di lingkungan sekitar universitas trunojoyo Madura
E.       METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang dipakai adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh langsung responden,sedangakan sumber data sekunder diperoleh dari keterangan-keterangan dari orang lain yang mengerti mengenai obyek yang diteleti, dan keterangan-keterangan dari buku, artikel, dan sejenisnya, yang ada hubungannya dengan obyek yang diteliti
F.                 METODE ANALISIS STATISTIK DATA.
 Dalam penelitian ini teknik analisis data yang dipakai adalah statistik deskriptif untuk memberikan deskriptif atau gambaran data yang diperoleh. Untuk analisis data ini dilakukan pengumpulan data dengan menentukan skor responden sesuai penskoran yang ditentukan. Selanjutnya menjumlahkan skor tersebut. Untuk menentukan skor (deskriptif persentase) digunakan rumus:
DP = x 100%
Ket:
DP : Deskriptif persentase
N : Jumlah seluruh nilai yang diharapkan
n : Nilai yang diperoleh
Data yang diperoleh dari angket dianalisis melalui tahapan yaitu:
a. Mengelompokkan data sesuai dengan jenisnya.
b. Membuat tabulasi data.
c. Data yang telah ditabulasikan, diolah dalam bentuk komputerisasi.
Arikunto dalam Maftukhah (2007), untuk mempermudah analisis data dari angket yang bertingkat maka perlu diketahui skor yang diperoleh responden dari hasil angket yang diisi. Untuk itu perlu ditentukan kriteria penskoran sebagai berikut:
a. Untuk alternatif jawaban a diberi skor 4
b. Untuk alternatif jawaban b diberi skor 3
c. Untuk alternatif jawaban c diberi skor 2
d. Untuk alternatif jawaban d diberi skor 1
Untuk menentukan kriteria penskoran adanya hubungan antara status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi akademik mahasiswa digunakan perhitungan sebagai berikut:
a. Persentase skor maksimal = ( 4 : 4 ) x 100% = 100%
b. Persentase skor minimal = ( 1 : 4 ) x 100% = 25%
c. Rentang = 100% – 25% = 75%
d. Panjang kelas interval = 75% : 4 = 18,75%
Metode yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi akademik mahasiswa, data dianalisis dengan Uji Run atau Run Test adalah uji yang digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif (satu sampel),bila datanya berbentuk ordinal . pengujian dilakukan dengan cara mengukur kerandoman populasi yang di dasarkan atas data hasil pengamatan melalui data sampel.
·         Uji Satistik :
²
             fh
Dinama :  f o = frekuensi yang diobservasi
                f h = frekuensi yang diharapkan
·         kriteria uji: Ho ditolak jika X² hitung > X² tabel
       Ho diterima jika X² hitung < X² tabel
DAFTAR PUSTAKA
Soekanto,1990.Soerjono.Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.
Jones,Pip.2009. Pengantar Teori-teori sosial. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Beilharz,peter.2005.teori-teori sosial. Yogyakarta: pustaka pelajar.
Singarimbun, Masri., Sofian Effendi.1989. Metode Penelitian Survey.Jakarta: LP3ES.
Fhani,Risna.2011.contoh proposal penelitihan kuantitatif,(onlinen),(http:/ /sosiologiuntukindonesia .blogspot. com/, diakses tanggal 07  oktober 2012).
Bahar. 2007. Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas VIII SMPN 1 Randudongkal Kabupaten Pemalang Tahun 2006/200, skripsi diajukan untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan geografi pada Universitas negri semarang(digilib.unnes.ac.id /gsdl/collect/skripsi/index/assoc/HASH0152/.../doc.pdf diakses pada tangal 14 oktober 2012).
Qohar.2000.PrestasiBelajarAkademik,(Online),(http://www.prestasi+akademik-/belajarnews/235/saq/html., diakses pada tanggal 14 oktober 2012)
Zoeldhan.2012. Menentukan Indikator penelitian dengan objek Rumah Sakit, (online),( http://zoeldhan-informatika.blogspot.com/2012/08/menentukan-indikator-penelitian-dengan_4.html. di akses pada tanggal 04 agustus 2012).
SUMBER :

Sirojuddin, Ahmad. 2013. "Proposal Kuantitatif". http://mahakaryaq.blogspot.com/2013/07/proposal-kuantitatif.html. Diakses pada tanggal 5 Juli 2014.