Senin, 06 Januari 2014

Tugas Review Jurnal - Perilaku Konsumen



NAMA : TOYA LEBANG
NPM : 17211158
KELAS:  3EA03
TUGAS PERILAKU KONSUMEN (REVIEW JURNAL)



PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL BERBASIS
PERILAKU KONSUMEN
Oleh :
Noor Kholis, Alifah Ratnawati, Sitty Yuwalliatin
Dosen FE Unissula Semarang
(Dinamika Sosial Ekonomi Volume 7 Nomor 1 Edisi Mei 2011)


PENDAHULUAN

Semarang dengan jumlah penduduk lebih dari 1,4 juta jiwa, merupakan pasar yang potensial bagi peritel nasional maupun peritel asing. Memang banyaknya jumlah penduduk merupakan faktor utama  berhasil tidaknya pasar ritel. Pasar Tradisional sebagai salah satu pasar ritel adalah symbol pereokonomian rakyat. Nilai utilitas atau nilai guna pasar tradisional sangat urgen bagi masyarakat bawah, karena terdapat puluhan ribu orang rakyat kecil (pedagang) yang menggantungkan biaya hidupnya, sumber penghidupannya.

Pasar modern di kota Semarang tumbuh dengan pesat. Disatu sisi perkembangan pasar modern menimbulkan suatu kekhawatiran akan dapat menggeser posisi pasar tradisional. Disisi lain kehadiran pasar modern dirasa lebih menguntungkan konsumen karena memunculkan berbagai alternatif tempat untuk berbelanja dengan fasilitas yang menyenangkan. Pasar modern berhasil menangkap kebutuhan konsumen, mampu memenuhi keinginan serta selera konsumen,sementara  pasar tradisional lambat merespons perubahan perilaku berbelanja konsumen yang semakin dinamis. Akibatnya, perilaku berbelanja konsumenpun ikut berubah dan mulai berpaling ke pasar modern.

Dengan semakin pesatnya perkembangan pasar modern mengindikasikan munculnya berbagai masalah di pasar tradisional. Indikasi ini terlihat ketika konsumen berlari meninggalkan pasar tradisional dan beralih kepasar modern. Juga ketika pedagang merasa omset penjualannya semakin lama semakin turun.

Mengantisipasi perkembangan pola berbelanja masyarakat (perubahan perilaku) dan peningkatan tuntutan masyarakat yang menginginkan pelayanan pasar yang lebih profesional dan sekaligus mengantisipasi perkembangan atau persaingan perdagangan eceran (retail business) yang semakin tajam dan semakin ketat di masa yang akan datang, maka dituntut untuk melakukan upaya pembenahan untuk mengubah / memperbaiki citra (image) pasar tradisional yang terkesan negatif untuk kemudian tampil dalam performa baru menyangkut manajemen/restrukturisasi, sumber daya manusia, sumber dana, kualitas pelayanan, penyediaan sarana prasarana berbelanja yang memadai serta kualitas dan kuantitas komoditas yang dijual sesuai dengan tuntutan masyarakat.


RUMUSAN MASALAH
 Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah tersebut di atas, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1.      Apa persepsi pedagang mengenai faktor-faktor yang menjadi pertimbangan konsumen berbelanja di pasar tradisional?
2.      Variabel apa yang menyebabkan konsumen cenderung berbelanja di pasar tradisional?
3.      Variabel apa yang menyebabkan konsumen cenderung berbelanja di pasar modern?
4.      varibel apa yang sama-sama dipertimbangkan konsumen berbelanja di pasar modern maupun     tradisional?

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

1.      Untuk mengidentifikasi persepsi pedagang mengenai faktor-faktor yang menjadi pertimbangan konsumen berbelanja di pasar tradisional.
2.      Untuk mengetahui variabel yang menyebabkan konsumen cenderung berbelanja di pasar tradisional.
3.      Untuk mengetahui variabel yang menyebabkan konsumen cenderung berbelanja di pasar modern.
4.      Untuk mengetahui varibel yang sama-sama dipertimbangkan konsumen berbelanja di pasar modern maupun tradisional.

METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel
Penelitian ini mengambil sembilan pasar tradisional dan modern di kota Semarang. Sedangkan populasi target adalah konsumen dan para pedagang yang berjualan di pasar terpilih. Pasar Modern yang diteliti meliputi hypermarket, supermarket serta minimarket. Penentuan pasar modern didasarkan atas lokasi yang letaknya paling dekat dengan pasar tradisional. Responden pasar tradisional berjumlah 355 pedagang dan 339 konsumen, sedangkan responden pasar modern berjumlah 324 konsumen

Metode Analisis
Metode analisa yang digunakan pada penelitian ini adalah :Analisa Faktor dan b. Analisis Diskriminan.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Persepsi pedagang mengenai faktor-faktor yang menyebabkan konsumen memutuskan berbelanja di pasar tradisional.Tujuan khusus pertama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi persepsi pedagang mengenai faktor-faktor yang menjadi pertimbangan konsumen berbelanja
di pasar tradisional. Untuk menjawab tujuan ini dipergunakan alat statistik analisis faktor dibantu program SPSS


Pada penelitian ini diuji 60 variabel. Hasil analisis faktor terhadap keenam puluh variabel menunjukkan Bartlett’s test of sphericity mempunyai tingkat signifikansi 0,00 sehingga analisis faktor boleh dipakai pada penelitian ini. Selanjutnya masing-masing variabel diuji MSA nya dan ternyata tidak ada variabel yang mempunyai MSA dibawah 0,5 sehingga keenampuluh variabel memenuhi syarat untuk dilakukan analisis faktor. Berdasarkan nilai eigenvalue yang lebih besar dari 1, terdapat 15 faktor yang terbentuk dan besarnya kumulatif variance adalah 64,81%. Ini artinya total kelimabelas faktor akan dapat menjelaskan 64,81% dari variabilitaske 60 variabel asli tersebut. Kelimabelas faktor yang terbentuk kemudian dirotasi dengan mempergunakan metode varimax. Kelimabelas faktor hasil rotasi kemudian diberi nama sesuai dengan variabel yang tercakup didalamnya , dimana variabel-varibel tersebut telah dirangking berdasarkan urutan faktor loading terbesar. Urutan faktor loading dari yang terbesar akan menunjukkan urutan korelasi dari yang tinggi dari suatu variabel terhadap faktornya. Urutan kelima belas faktor beserta urutan variabel yang tercakup didalamnya terangkum dalam tabel 1 (lampiran 1 ).

Persepsi konsumen mengenai faktor-faktor yang menyebabkan konsumen mempertimbangkan berbelanja di pasar tradisional. Sebagaimana telah disebutkan, tujuan khusus kedua dari penelitian ini adalah mengidentifikasi persepsi konsumen mengenai faktor-faktor yang menyebabkan konsumen memutuskan berbelanja di pasar tradisional. Hasil analisis faktor terhadap keenam puluh variabel yang diuji menunjukkan Bartlett’s test of sphericity mempunyai tingkat signifikansi 0,00, dan nilai MSA masing-masing variabel dibawah 0,5. Berdasarkan nilai eigenvalue yang lebih besar dari 1, terdapat 17 faktor yang terbentuk dan besarnya kumulatif variance adalah 66,167 %. Ini artinya total ketujuhbelas faktor akan dapat menjelaskan 66,167 % dari variabilitas ke 60 variabel asli tersebut. Urutan ketujuh belas faktor beserta urutan variabel yang tercakup didalamnya terangkum dalam tabel 2. (lampiran 2)

Perbedaan persepsi pedagang dan konsumen mengenai faktor-faktor yang menyebabkan konsumen memutuskan berbelanja di pasar tradisional Tujuan khusus ke tiga dari penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan persepsi pedagang dan konsumen mengenai faktor-faktor yang menyebabkan konsumen memutuskan berbelanja di pasar tradisional. Indentifikasi ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah pedagang telah mengetahui apa yang diinginkan konsumennya ataukah tidak. Untuk menjawab tujuan ini dipergunakan alat statistik analisis Diskriminan.Hasil analisis Diskriminan menunjukkan bahwa terdapat 16 variabel yang membedakan persepsi pedagang dan konsumen mengenai faktor-faktor apa yang menjadi pertimbangan konsumen memutuskan berbelanja di pasar tradisional.

SIMPULAN
· Terdapat lima belas faktor yang dipertimbangkan konsumen untuk memutuskan berbelanja di pasar tradisional menurut persepsi pedagang. Kelimabelas faktor ini adalah Komitmen konsumen, Keluhan Konsumen, Lokasi dan Harga, Faktor yang berasal dari individu konsumen, Penanganan keluhan atas barang yang dijual, Produk, Prestise dan budaya, Tidak dijual di pasar modern, Konsumen belanja sesuai rencana, Jumlah pembelian tidak dibatasi, parkir, Terpengaruh pembicaraan orang lain, terpengaruh keluarga dan Teman, serta kelompok refererence.

· Terdapat tujuh belas faktor yang dipertimbangkan konsumen untuk memutuskan berbelanja di pasar tradisional menurut persepsi konsumen. Ketujuh belas faktor tersebut adalah Keluhan akan kondisi pasar, Produk, Perilaku konsumen, Komitmen konsumen, Kelompok reference, keluhan akan Lorong pasar dan sarana parkir , Tidak dibohongi, Lokasi, Budaya dan kepuasan, Harga, Hidup
dan ramai, Jam buka, Penataan barang, Kejelasan harga, berbelanja sambil mencari hiburan, Pendidikan, Pendapatan dan berharap ada fasilitas pembayaran

· Pedagang belum sepenuhnya memahami konsumennya. Ini ditunjukkan dengan banyaknya variabel yang membedakan persepsi konsumen dan pedagang mengenai faktor-faktor apa yang menjadi pertimbangan konsumen memutuskan berbelanja di pasar modern.

· Konsumen cenderung berbelanja di pasar modern karena terdapat kejelasan harga, tidak becek, bersih dan tidak bau, ber AC, aman, Kondisi fisik bangunan bagus, terdapat fasilitas pembayaran, terpengaruh promosi, iklan, berbelanja sambil mencari hiburan, nyaman, prestise, menjual produk yang tidak ada di pasar tradisional serta terpengaruh pendidikan konsumen. Sedangkan konsumen
cenderung berbelanja di pasar tradisional karena harga di pasar tradisional bisa ditawar, harganya murah, dilayani langsung serta berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA
Alma, Buchari. (1992) Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Penerbit Alfabeta, Bandung.
Basu Swasta (1995), Pengantar Bisnis Modern, Penerbit Liberty, Yogyakarta
Datin (2007), Keunggulan hanya pada harga, dalam http://disperindagjabar.
go.id/, 20 Mei 2007
Engel, James F.; Blackwell, Roger D. & Miniard, Paul W. (1994) Perilaku
Konsumen. terjemahan FX Budiyanto. Binarupa Aksara, Jakarta.
Ibnu Khajar (2005), Analisis beberapa faktor yang mempengararuhi Perilaku
konsumen Pasar klewer di Kotamadya Surakarta, dalam JRBI Vol 1 no 1,
Januari 2005
Kompas, Pedagang Keluhkan Kondisi Fisik Pasar Tradisional di Kota Seamarang,
Mei 2002
Kompas, Menjaga kesetiaan Konsumen pasar tradisional, Juli 2007
Kotler, Philip & Armstrong, Garry. (1997) Dasar-Dasar Pemasaran. Jilid 1. alih
bahasa Alexander Sindoro. Prenhallindo, Jakarta.
Loudon, David L & Albert Della Bitta . (1993) Consumer Behavior. Fourth
Edition. McGraw-Hill ,Inc.
Malhotra, Naresh K. (1996) Marketing Research : An Applied Orientation. second
edition.
Nasir Aziz (2001), Image pasar Swalayan dan Pengaruhnya terhadap Pembelian
Produk Convenience di Kota Banda Aceh, dalam Jurnal Manajemen dan
Bisnis, Vol 3 No 2, Mei 2001
Nurmansyah Lubis (2005), Keberadaan Hypermarket Menghambat Perkembangan
Pasar Tradisional, dalam www.pks-jakarta.or.id, 18 November 2005
Pergeseran Preferensi Konsumen, siapkah kita?, dalam aji@mediacorpradio.com,
22 Juni 2006
Rhenald Kasali (2007), Ritel Tradisional vs Ritel Modern, dalam Kompas 23 Maret
2007
Sekaran, Uma. (1992) Research Methods For Business : A Skill-Building Approach,
Second Edition. Jhon Willey & Son Inc, New York.
Suara Merdeka, Pasar Tradisional terdesak Mal, Selasa 5 April 2005
Suara Merdeka, Hipermarket Mengancam Pasar Tradisional, 25 Februari 2005
Subandi (2005), Pasar tradisional perlu Regulasi, dalam Suara Merdeka, 6
Desember 2005